Thursday, 1 May 2014

Dongeng Sunda Prabu Siliwangi

0 comments






DONGENG SUNDA PRABU SILIWANGI

Kangjeng Prabu Siliwangi 
Kangjeng Prabu Siliwangi linggih dina singgasana karajaan, ngersakeun magelaran.
Hempak para mantri ponggawa,pangpayuna papatih katut sesepuh nagara,piderekeun piramaan sadayana mendeko mando,nganti-nganti dawuh raja.


Teu lami kangjeng Prabu Siliwangi ngadawuh,gentra alon kawantos keur liwung kalbu,dawuhanana: " Anjeun datang ka mangsa,andika sadaya diperih pati geusan ngayonan pangrurug musuh. Isun percaya kana kateuneungan pati jiwa raga. Mungguh Pajajaran ayeuna estu dikepung-wakul ku musuh,ti kulon ditingker ku urang Banten,ti watan ku urang Cirebon,geus ngangseg karepna ngaranjah nagara urang.

Tapi tina caringcing jeung dijagana kapetengan Pajajaran,nu jadi musuh kandeg teu bisa laju.Ayeuna pamentaisun,sakabeh senapati katut balad-baladna,kudu geura miang deui ngajaga wates mangka tohaga,ulah nepi ka bobor karahayuan.
 Ngan Ki nanda kakasih isun,anu kudu tutunggon karaton,anu lian mah bral geura miang,mangka tembong karongkahan putra putu Pajajaran ... !!!
 

Saparantos bubaran sinewaka,Nanda ngajenggut,raosna nyeri peurih jeung lara wirang,nya eta dumeh henteu kawidian miang ngayonan musuh,kalah ditimbalan tunggu karaton. Dina pikirna Nanda : " Aing  teh perjurit,nu sumeja bela pati ka nagara. Tapi kacida teuing ku raja,make teu dipercaya, dicacampah dianggap bikang tukang ngotokngowo di karaton, keun rasakeun pamales aing...!".
  

Peuting-peuting manehna sakancana lolos ti Pajajaran,ngungsi Maolana Yusup di Banten sejana minangsaraya.

Tuesday, 8 April 2014

Sangkuriang & Danghyang Sumbi

0 comments

Kisah Sangkuriang dan terbentuknya Tangkuban Parahu


By : ExsperienceLife-andy


(sumber foto: http://www.belantaraindonesia.org/2009/05/gunung-tangkuban-perahu.html)

LUASNYA wilayah Indonesia membuat Negara ini kaya akan berbagai hal, mulai dari kuliner, seni sampai ke cerita rakyat. Salah satu cerita rakyat yang terkenal di negeri ini ialah cerita tentang Sangkuriang. Legenda yang berasal dari tatar Sunda ini menceritakan bagaimana terbentuknya Gunung Tangkuban Parahu dan beberapa gunung yang mengelilingi Kota Bandung.
Konon, di kahyangan ada sepasang dewa dewi yang melakukan kesalahan sehingga keduanya dihukum oleh Sang Hyang Tunggal turun ke bumi dan dikutuk menjadi hewan. Sang dewa dikutuk menjadi anjing dengan nama Si Tumang dan sang dewi dikutuk menjadi babi hutan dengan nama Wayung Hyang.
Suatu hari babi hutan itu kehausan dan meminum air yang ditemukannya di hutan dalam sebuah batok kelapa. Ia tak tahu kalau air itu sebenarnya air seni Raja Sungging Perbangka yang kebelet waktu berburu di hutan. Ajaibnya, babi itu pun hamil dan melahirkan seorang bayi perempuan yang cantik. Namun, Wayung Hyang meninggalkan bayi cantik ini di tengah hutan yang kemudian ditemukan oleh sang raja, tanpa ia ketahui bahwa bayi tersebut adalah anaknya.
Akhirnya, sang Raja membawa bayi cantik ini ke keraton untuk dibesarkan. Bayi tersebut diberi nama Dayang Sumbi alias Rarasati. Dayang Sumbi tumbuh menjadi gadis yang sangat cantik sehingga banyak pria yang ingin meminangnya. Namun, Dayang Sumbi tidak tertarik pada semua pinangan tersebut hingga terjadi peperangan karena berebut ingin mendapatkan Dayang Sumbi.
Dayang Sumbi pun kemudian meminta kepada sang Ayah untuk pergi mengasingkan diri ke sebuah bukit dengan ditemani seekor anjing jantan, yaitu si Tumang. Selama pengasingannya, ia mengisi waktu dengan menenun. Satu waktu, saat Dayang Sumbi sedang asyik menenun di atas bale-bale, torak yang digunakannya jatuh ke bawah. Karena ia merasa malas untuk mengambilnya, ia hanya berkata “Siapa saja yang bisa mengambilkan torak itu, bila laki-laki akan saya jadikan suami, dan bila perempuan akan saya jadikan saudara”.
Di luar dugaan ternyata yang mengambilkan torak itu adalah Si Tumang. Dayang Sumbi pun harus memenuhi janjinya dan menikah dengan Si Tumang yang sebenarnya ia adalah seorang dewa yang tampan dan gagah. Raja yang mendengarnya merasa malu hingga Dayang Sumbi kembali diasingkan ke hutan untuk hidup hanya ditemani si Tumang.
Namun, pada malam bulan purnama, Dayang Sumbi terkejut karena si Tumang berubah ke wujud aslinya. Ia sempat tak percaya dan menganggap itu hanyalah mimpi sampai akhirnya Dayang Sumbi hamil dan melahirkan seorang anak laki-laki yang tampan. Mereka memberi nama anak laki-laki itu Sangkuriang. Maka, ia pun tumbuh menjadi laki-laki tampan dan kuat.
Suatu hari, Dayang Sumbi yang sedang ingin makan hati menjangan (kijang) menyuruh Sangkuriang untuk berburu sambil ditemani Si Tumang. Tapi setelah sekian lama pergi ke hutan, ia tak menemukan satu hewan pun. Sampai akhirnya ia melihat seekor babi hutan yang sedang lari, ia pun menyuruh Si Tumang untuk mengejarnya. Namun Si Tumang hanya diam saat melihat babi hutan tersebut, karena ia tahu babi hutan itu adalah Wayung Hyang yang sebenarnya nenek dari Sangkuriang. Kesal melihat Si Tumang yang diam saja, Sangkuriang pun menakut-nakuti Si Tumang dengan panahnya, tapi ternyata anak panah itu terlepas dan mengenai Si Tumang.
Sangkuriang yang kebingungan dan belum dapat hewan buruan, langsung menyembelih Si Tumang dengan mengambil hatinya untuk diberikan ke ibunya. Dayang Sumbi sangat senang bisa makan hati hasil buruan anaknya. Tapi setelah mengetahui hati yang dimakannya ialah hati Si Tumang, ia sangat marah karena sebenarnya si Tumang adalah ayah Sangkuriang. Saking marahnya ia memukul Sangkuriang dengan sendok yang terbuat dari tempurung kelapa sampai kepala Sangkuriang terluka dan berdarah.
Sangkuriang yang tidak mengetahui kalau Tumang adalah ayahnya, ketakutan melihat sang ibu marah besar. Sangkuriang pun pergi meninggalkan rumah dan tak kembali pulang ke rumah. Dayang Sumbi merasa bersalah telah membuat anaknya pergi dari rumah. Ia hanya bisa berdoa kepada Sang Hyang Tunggal untuk dipertemukan kembali dengan anak semata wayangnya.
Setelah pergi meninggalkan rumahnya, Sangkuriang sendiri pergi mengembara sambil berguru pada banyak petapa sakti, sehingga kini ia menjadi pemuda yang kuat, sakti dan gagah perkasa. Setelah beberapa lama mengembara ke berbagai tempat, tanpa Sangkuriang sadari, ia tiba di tempat Dayang Sumbi, tempat di mana ia dibesarkan.
Di sana ia bertemu dengan putri cantik yang tanpa ia ketahui bahwa putri tersebut adalah ibu kandungnya, Dayang Sumbi. Kecantikan Dayang Sumbi didapatkan dari hasil tapanya selama ia ditinggal Sangkuriang. Selama itu pun, Dayang Sumbi hanya memakan tanaman mentah sehingga ia terlihat awet muda.
Mulanya, Dayang Sumbi juga tidak menyadari bahwa kstaria tampan tersebut adalah anaknya yang selama ini pergi meninggalkannya. Kemudian, keduanya saling jatuh cinta.
Suatu hari, Sangkuriang yang tengah bersandar mesra dan Dayang Sumbi yang sedang menyisir rambut Sangkuriang melihat sebuah bekas luka di kepala Sangkuriang. Ketika itu juga, Dayang Sumbi teringat akan kejadian silam saat ia memukul kepala Sangkuriang dengan sendok. Setelah ia mengetahui bahwa ternyata Sangkuriang adalah anak kandungnya, maka Dayang Sumbi segera memberi tahu kebenarannya.
Namun, meski sudah diberitahu oleh Dayang Sumbi, Sangkuriang tetap memaksa untuk menikahinya. Dengan sekuat Dayang Sumbi berusaha menolaknya, maka ia pun memberikan sebuah syarat pinangan yang tak mungkin dipenuhi. Ia menyuruh Sangkuriang untuk membuat perahu dan telaga (danau) dengan membendung sungai Citarum dalam waktu satu malam. Sangkuriang yang terlanjur telah jatuh cinta pada ibunya itu langsung menyanggupi dan mengerjakan permintaan itu dengan bantuan sahabat-sahabat jin-nya.
Sangkuriang kemudian membuat perahu dari sebuah pohon yang tumbuh di timur, yang menurut banyak orang tunggul dari pohon itu kini menjadi Gunung Bukit Tanggul. Sedangkan ranting pohon yang ditumpuknya di sebelah barat itu menjadi Gunung Burangrang. Karena dibantu makhluk halus, Sangkuriang hampir menyelesaikan semuanya. Tapi, Dayang Sumbi yang tidak ingin menikah dengan anaknya terus berdoa pada Sang Hyang Tunggal agar Sangkuriang tak bisa menyelesaikannya.
Dayang Sumbi pun mengibaskan kain boeh raring hasil tenunannya, dan seketika kain putih itu bercahaya seperti fajar yang terbit dari timur. Jin yang membantu Sangkuriang mengira bahwa hari telah mulai pagi dan mereka pergi ketakutan. Sangkuriang yang kesal karena hampir menyelesaikan semuanya itu langsung menjebol bendungan danau yang berada di Sanghyang Tikoro, sumbat danau itu ia lemparkan ke arah timur dan kini menjadi Gunung Manglayang. Perahunya sendiri yang telah dibuat itu ditendangnya ke arah utara dan kini menjadi Gunung Tangkuban Parahu.
Terlepas dari benar atau tidaknya kisah tersebut, Gunung Tangkuban Parahu telah menjadi primadona Kota Bandung. Banyak orang yang berkunjung ke tempat ini untuk mengabadikan keindahannya. Dan yang bisa Sobat Djadoel ambil dari kisah ini adalah patuhilah orang tuamu.

Sunday, 23 February 2014

Injil Asli

0 comments

Injil Asli Ditemukan Di Turki: Paus BenediktusXVI Mundur, Mungkinkah Awal Keruntuhan Gereja??

 

 Foto: Inilah Kitab Injil Barnabas (Murid Pertama Yesus) Di Temukan Di Turki
Indonesia Analysis Online, JAKARTA – Belum lama ini, Pemerintah Turki mengumumkan tentang penemuan Kitab Injil Asli Barnabas, salah satu murid pertama Yesus (Isa Almasih). Hal yang tentu saja mengejutkan banyak pihak, termasuk kubu Vatikan Gereja itu sendiri. Sebagaimana diberitakan oleh dailymail, basijpress dan NationalTurk, bahwa Injil Barnabas asli tersebut ditemukan pada tahun 2000 lalu di Turki, namun sengaja di tutupi oleh Pemerintah Turki selama lebih dari 12 tahun, dan baru sekarang di beberkan ke publik.
Lembaran-lembaran kulit hewan itu ditulis dengan huruf Syriac dengan dialek bahasa Aram, bahasa yang sama seperti bahasa yang umum dipakai pada masa Yesus Isa Almasih.
Pemerintah Turki menyakini bahwa kitab kulit hewan tersebut adalah Injil Barnabas orisinal. Hal yang menarik dari Kitab Injil Barnabas Asli asal Turki tersebut menyatakan bahw:
“Yesus Isa Almasih tidak pernah di Salib”, dan terdapatnya ayat-ayat yang menyatakan bahwa Islam adalah agama yang benar serta pengakuan tentang kehadiran Nabi Akhir zaman, Nabi Muhammmad SAW.
Pengakuan itu terdapat pada bab 41 dari Kitab Barnabas yang ditemukan di Turki tersebut. Berikut ini terjemahannya:
“Allah telah menyembunyikan diri-Nya sebagai Malaikat Agung Michael berlari mereka (Adam dan Hawa) dari surga, (dan) ketika Adam berbalik, ia melihat bahwa di atas pintu gerbang ke surga tertulis “La Ela ELA Allah, Mohamad Rasul Allah”
Kitab yang masih menjadi perdebatan tersebut di sebutkan kini disimpan di Justice Palace, Ankara, Turki dengan pengawalan ketat polisi bersenjata lengkap dan keamanan maksimal.
Pihak Iran lewat Basij Press menyatakan bahwa apa yang tertulis di kitab Barnabas asli tersebut adalah bukti tentang kebenaran Islam, yang walau begitu ditanggapi oleh sinis dari berbagai pihak.
Bahkan pihak Kristen lewat berbagai jamaatnya menyatakan bahwa Kitab Barnabas tersebut diragukan keotentikannya. Namun walau begitu pihak Vatikan lebih arif dengan menyatakan telah mengajukan permohonan resmi ke pemerintah Turki untuk membaca dan menganalisa keaslian kitab kontroversial itu.
Para agamawan menyatakan bahwa jika Alkitab Barnabas tersebut terbukti asli, maka akan mengakibatkan rusaknya kredibilitas Gereja, dan akan menimbulkan revolusi agama Nasrani besar-besaran di seluruh Dunia.Tentu saja penemuan ini cukup menarik, sama menariknya dengan penemuan dan fakta sejarah bahwa Benua Amerika pertama kali di temukan oleh para pelaut tangguh Islam.
Hal inilah yang menyebabkan 35 Vatikan mundur dan masuk Islam pergi ke Afrika untuk menyebarkan kebenaran ini serta ini juga yang menyebabkan Paus Benedictus XVI mengundurkan diri dari Vatikan, dan melaksanakan Sholat di Masjid Biru Istanbul Turki, menurut beberapa sumber berita yang beredar di dunia maya.
Berikut foto-foto Paus Benedictus XVI saat berkunjung ke Masjid Biru, Istnbul, Turki dan melakukan Sholat dengan Khusyuk ditemanin sama beberapa Imam Agung Masjid tersebut:

Monday, 17 February 2014

StreetCulture Coffee Bar,Sukabumi

0 comments

StreetCulture Coffee Bar | Coffee Shop urang Sukabumi

   
Street Culture Coffee Bar itulah nama Coffee Shop yang terletak di Jl.R Syamsudin SH.No.1. Coffee shop yang dikelola oleh Rivan GT beserta adiknya Rinald T ini buka dari hari senin sampai dengan hari sabtu, sementara untuk hari minggu libur.
Kurang lebih pukul 13.00 wib coffee shop ini bisa dikunjungi dan anda bisa memesan minuman favorit anda, sementara tutup kurang lebih pukul 22.00 wib
Coffee Shop ini sering saya datangi, apalagi selepas beraktifitas seharian. Ya sedikit istirahat sambil menikmati nikmatnya kopi dan berkumpul bersama teman-teman itu tujuan saya datang ke coffee shop ini.
Menu yang tersedia di @Seecul itu nama akun twitter dari Street Culture Coffee Bar terbagi menjadi 5 (lima) kategiori antara lain : old School, New School, Juice, Blended dan Tea.
Setiap kategori berisi minuman yang berbeda, seperti :
Old School: Kopi Dukun, ClassicDrip, French Press.
Menu ini sangat cocok untuk para penyuka kopi hitam.
New School : Kopi Tarik, Vietnam Coffee, Iced Coffee, Dark Chocolate, Mocha dll.
Untuk yang tidak cocok dengan kopi hitam bisa mencoba beberapa menu ini.
Blended : Vanilla Cream, Strawberry Cream, Strawberry Coffee, Dark Mocha, Green Tea Cream dll.
Creamy…… :9 menu yang bernuansa cream.
Juice : Orange, Apple, Lemon, Manggo, Kiwi dll.
Menikmati juice di siang hari yang panas bisa menyegarkan loh :9
Tea : Pappermint dan Apple
Vietnam Coffee
Semua tergantung selera konsumen, jadi itulah kenapa menu tidak disimpan di meja-meja yang tersusun, tapi disimpan di meja barista.
Komunikatif itu nilai plus menurut saya, tentu saja selain rasa nikmatnya kopi yang ada disini :9
Jadi setiap konsumen akan ditanya terlebih dahulu, minuman apa yang disukainya. Jadi apabila sudah memesan minuman dan menikmatinya coba berikan feedback, agar pas dengan selera kita :9
Dengan tempat yang tidak terlalu besar menurut saya sangat cocok menikmati sore dengan segelas kopi.
Dari kebiasaan tersebut bertemu beberapa teman dan kenalan baru. :D
Selain @Seecul dibeberapa tempat di Sukabumi adapula yang menyajikan menu kopi di tempatnya, tapi untuk saya tempat ini masih menjadi tempat terbaik untuk menikmati kopi.
Selain rasa kopinya tentu saja pelayanannya, interaksi antara barista dengan konsumen.

 

Suasana Coffee Shop, pengambilan gambar dilakukan saat belum banyak pelanggan :p  

Suasana bagian luar Coffee Shop

Thursday, 13 February 2014

Mengenal Batik Sukabumi

0 comments

Mengenal Batik Sukabumi

Batik Sukabumi emang ada? mungkin ini pertanyan pertama bagi siapapun yang membaca tulisan ini, sebagian yang lain ada juga yang saya pikir sudah pernah tau, pernah lihat, atau anda salah satu yang punya koleksinya?dan semoga ini juga dibaca oleh orang – orang yang ber dedikasi merintis adanya Batik Sukabumi.
Batik memang menjadi kebanggan Indonesia, dan saat ini sudah menjadi kebanggaan dunia dengan adnya pengakuan bahwa Batik sebagai salah satu Warisan Budaya Dunia dari Indonesia selain juga Angklung. 
Lalu bagaimana dengan Batik Sukabumi? terus terang memang seperti yang di ungkap oleh seorang Perajin Batik Sukabumi Fonna Melania, Sukabumi saat ini belum memiliki ke-khas-an Batik Sukabumi seperti layaknya Batik Cirebon yang khas dan dikenal dengan Batik Mega Mendung , namun untuk motif batik dari Sukabumi sudah mulai muncul dengan motif berdasarkan wilayah seperti untuk wilayah Kota Sukabumi ada motif Pala, Daun Pisang, Bunga Lili, Cikole, Daun teh, dan jajar yang di gagas Galeri Batik Sukabumi oleh dr Rita. Ada Juga Batik Sukabumi yang digagas Galeri Batik Motif Kuya (Penyu) yang merupakan ikon Kabupaten Sukabumi saat ini di kebangkan oleh LKP Viena di Cisaat. 

Fonna Melania yang saat ini konsisten dalam edukasi Budaya dan Warisan Leluhur Sunda khususnya Sukabumi menyatakan, “selama belum adanya basis pengrajin batik tulis seperti yang dilakukan Industri Batik Pekalongan, maka Ke-khas-an Batik Sukabumi untuk diangkat sebagai ikon Sukabumi masih harus melalui proses panjang edukasi di masyarakat.”

Konsep edukasi yang ia maksud adalah seperti yang coba ia gulirkan selama ini, bagaimana mendidik kaum ibu yang ingin berkembang dan belajar membuat batik, memberdayakan kampung adat seperti Kasepuhan Adat Sinarresmi di Cisolok untuk mengisi kegiatan harian-nya dengan membatik. Dengan konsep itu artinya menyiapkan Masyarakat Batik di Sukabumi sehingga menjadi bagian budaya luhur yang bukan sekedar mencari peluang Bisnis dari Batik Sukabumi.
Lalu bagaimana masa depan Batik Sukabumi yang mulai memasuki eforia Batik itu? menurut hemat penulis adalah perlu adanya dukungan proses edukasi seperti yang dilakukan oleh pengrajin batik Fonna Melania yang juga memfasilitasi masyarakat yang ingin membuat batik sendiri atas bimbingan beliau, dukungan juga bagi adanya proses kreatif menjadikan batik sebagai Kegiatan Budaya masyrakat sehingga menghasilkan basis produksi Batik Khas Sukabumi. Dan yang tak kalah pentingnya, bagaimana mendorong adanya ke-Khas-an dari Batik Sukabumi seperti Megamendungnya batik Cirebon.

Saturday, 1 February 2014

Bangsa Lemuria=Bangsa Sunda

0 comments
orang sunda memang sebuah ras berbeda, sejak sebelum masehi, para penjelajah dunia sudah tau yang namanya kepulauan sunda. Kata sunda sendiri artinya keindahan, kesucian, kemurnian, dan yang pasti selalu bagus. Orang sunda punya budaya sendiri, yang sangat berbeda, bahasa pun banyak sekali berbeda. Namun banyak orang yang masih menganggap kalau sunda itu hanya sebuah suku kemaren sore, padahal mereka tidak tahu kalau orang sunda sudah ada sejak jaman batu... banyak legenda dan cerita mitos dari budaya sunda yang sampai saat ini masih banyak di ceritakan dan dipercayai. diantaranya cerita sangkuriang dan nyi roro kidul... ada beberapa kata sunda di dunia ini, diantaranya sebuah sunda jat, sebuah kelompok masyarakat di india, lalu sunda land(lesser and greater sunda island) yang termasuk kepulauan indonesia dan semenanjung asia/malaya...

Sunda, Lemuria, Atlantis & Nusantara

0 comments

Pada catatan kali ini saya ingin berbagi catatan mengenai Sunda, Lemuria, Atlantis dan Nusantara. Catatan ini tentunya memakai metoda penelaahan kepustakaan yang saya ambil dari beberapa sumber di internet.
Kenapa kemudian saya mengkaitkan SUNDA pada judul di atas? apakah ada sentimen pribadi saya dikarenakan saya orang Sunda? Saya ungkapkan tidak! saya hanya berusaha menyodorkan fakta-fakta hasil para peneliti yang selalu mengkaitkan antara Lemuria, Atlantis dan Paparan Sunda yang sekarang disebut sebagai Nusantara.
Agar kita tidak salah paham mendefinisikan istilah Sunda pada catatan ini, maka yang pertama akan saya bahas adalah masalah Sunda tersebut.
Dahulu kala pernah ada dataran yang sangat luas yang dinamakan dengan Paparan Sunda. Paparan Sunda ini tenggelam diperkirakan seiring dengan berakhirnya jaman es.  Tenggelamnya paparan ini membentuk lautan dangkal di sekitar laut Jawa hingga meliputi laut China selatan. Sementara dataran tinggi dari paparan ini yang tidak ikut tenggelam membentuk gugusan-gugusan pulau.
Dataran Sunda terdiri dari dua bagian utama, yaitu bagian utara, meliputi Kepulauan Filipina dan pulau-pulau karang sepanjang Lautan Pasifik bagian barat, serta bagian selatan yang terbentang dari barat sampai ke timur mulai Lembah Brahm aputera di Assam (India) hingga Maluku bagian selatan. Dataran Sunda itu bersambung dengan kawasan sistem Gunung Himalaya di barat dan dataran Sahul di timur.
Selanjutnya, sejumlah pulau yang kemudian terbentuk di dataran Sunda diberi nama dengan menggunakan istilah Sunda pula yakni Kepulauan Sunda Besar dan Kepulauan Sunda Kecil. Kepulauan Sunda Besar ialah himpunan pulau besar yang terdiri dari Sumatera, Jawa, Madura dan Kalimantan. Sedangkan Sunda Kecil merupakan gugusan pulau Bali, Lombok, Sumbawa, Flores, Sumba, Timor (Bemmelen,1949:15-16).
(sumber http://globalmaya.wordpress.com/2011/02/21/tentang-sunda/).
Sunda sendiri menurut sumber di atas, berasal dari bahasa Sangsakerta yang bersinar, terang, putih (Williams, 1872: 1128, Eringa 1949: 289)
Jadi, Sunda bukanlah melulu merupakan nama sebuah suku di Indonesia, tapi Sunda mempunyai arti yang sangat luas, ia sebagai dataran yang mempunyai wilayah yang sangat luas, dan mempunyai makna yang sangat luas pula. Namun pada kenyataannya, nama Sunda saat ini sangat dikaitkan erat dengan nama sebuah suku yang berada di Jawa Barat. Entah karena suku ini salah satu pewaris dari istilah Sunda Purba atau bukan, belum banyak penelitian akan hal itu.
Sekarang kita ke Bangsa Lemuria dan Atlantis.
Bangsa Lemuria (Lemurian) dan bangsa Atlantis (Atlantean) menurut wikipedia, disebutkan merupakan dua bangsa yang pernah hidup sejaman  75.000 SM – 11.000 SM, namun bangsa Lemuria lebih dahulu ada sebelum bangsa Atlantis.
Ada kemiripan antara Lemurian dan Atlantean, yakni keduanya mempunyai teknologi yang sudah sangat maju dan tinggi. Saking majunya teknologi kedua bangsa ini, teknologi jaman kita sekarang belum bisa dipersandingkan dengan kemajuan teknologi kedua bangsa tersebut. Disebutkan bahwa teknologi kedua bangsa tersebut telah menguasai ilmu luar angkasa, sehingga mereka dapat dengan mudah bepergian dari bumi menuju planet-planet lain di luar angkasa. Namun demikian, ada perbedaan mendasar dari teknologi yang digunakan kedua bangsa ini, meskipun teknologi keduanya sangat maju dan mungkin bisa dikatakan setarap. Perbedaannya adalah bahwa Lemurian merupakan bangsa yang cinta damai, dan religius. Teknologi Lemurian menitikberatkan pada pemanfaatan ilmu supranatural/metafisis, sehingga untuk menerangi sebuah kota saja mereka mempercayakan pada seseorang untuk  dapat berkonsentrasi menjaga sebuah kristal sebagai sumber energi penerangan bagi kota itu. Jika konsentrasi orang tersebut terganggu, maka listrik di kota juga akan terganggu. Sementara Atlantean merupakan bangsa yang gemar berperang, dan teknologi mereka menitik beratkan pada ilmu fisika.
Dimanakah kedua bangsa ini tinggal? menurut penelitian seorang Peneliti asal Brazil, Prof. Aryoso Santos, bahwa yang dinamakan dengan Bangsa Atlantis tiada lain berada di sebuah Paparan yang dinamakan dengan Paparan Sunda (Luas wilayah paparan sunda bisa dilihat pada paragraf di atas).
Dikarenakan Atlantean merupakan bangsa yang gemar berperang (seperti bangsa Amerika sekarang ini), maka Atlantean kala itu menyerang Lemurian yang cinta damai. Dikarenakan Lemurian merupakan bangsa yang cinta damai, maka mereka tidak mempersiapkan diri dan tidak mempunyai persenjataan untuk berperang, sehingga Lemurian kalah oleh Atlantean. Bangsa Lemuria yang kalah selanjutnya disebutkan bermigrasi ke berbagai pulau di bumi dan ke planet-planet lain di luar angkasa. Sementara tidak lama kemudian Bangsa Atlantis pun tenggelam dalam satu malam dikarenakan gempa dan banjir yang sangat teramat dahsyat dalam satu malam. Tenggelamnya Atlantis diprediksi bersamaan dengan berakhirnya zaman es.
Sampai sini sudah sangat jelas ada keterkaitan antara Paparan Sunda dan wilayah Kekuasan Lemuria dan Atlantis. Prediksi saya, nama Sunda sendiri merupakan nama lain dari Lemurian, karena arti Sunda yang berarti bersinar, terang, putih, sangat erat sekali dengan karakter bangsa Lemuria yang menjunjung tinggi cinta damai dan bersifat religius.
Sekarang kita beralih ke Nusantara
Berbicara masalah Nusantara, tentu kita tidak akan lupa dengan seorang tokoh di Jaman Majapahit yang berhasil mempersatukan dataran-dataran yang terpecah-pecah sisa-sisa peninggalan Atlantis yang ternggelam dalam satu malam, tokoh tersebut bernama Maha Patih Gajah Mada. Hingga saat ini, bahwa yang disebut Nusantara adalah Indonesia, yang wilayahnya membentang dari Sabang sampai Merauke, dari Miangas sampai Pulau Rote.
Pengidentikkan Nusantara sebagai Indonesia tentunya harus diakui oleh kita sebagai warga negara Indonesia merupakan wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia yang utuh dan tidak bisa dipisah-pisahkan. Namun, jika melihat sejarah penyatuan Nusantara oleh Gajah Mada, sebetulnya Gajah Mada tidak berhasil seratus persen mempersatukan Nusantara (Kepualauan-kepulauan di Indonesia saat ini), karena ada sebuah kerajaan kecil yang tidak berhasil ia taklukkan. Kerajaan tersebut tiada lain adalah Kerajaan Sunda, sehingga jika melihat kepada sejarah penyatuan Nusantara, Kerajaan Sunda bukanlah termasuk kepada Nusantara (seperti diklaim dalam sejarah Gajah Mada).
Di sini saya tidak berniat sedikitpun memprovokasi suku atau daerah tertentu untuk menjadi separatis, namun sekali lagi, bahwa saya berusaha menyodorkan bukti-bukti yang faktual.
Tidak dapat ditaklukkannya Kerajaan Sunda sendiri disinggung dalam cerita Perang Bubat, dimana Hayam Wuruk menginginkan Putri Kerajaan Sunda bernama Dyah Pitaloka untuk dipersunting sebagi istrinya, sementara Gajah Mada yang menginginkan Sunda takluk, memaksa menginginkan Dyah Pitaloka sebagai persembahan pengakuan kekuasaan Majapahit. Akibat penolakan pihak Sunda mengenai hal ini, terjadilah pertempuran tidak seimbang antara pasukan Majapahit dan rombongan Sunda di Bubat; yang saat itu menjadi tempat penginapan rombongan Sunda. Dyah Pitaloka bunuh diri setelah ayah dan seluruh rombongannya gugur dalam pertempuran. Akibat peristiwa itu langkah-langkah diplomasi Hayam Wuruk gagal dan Gajah Mada dinonaktifkan dari jabatannya karena dipandang lebih menginginkan pencapaiannya dengan jalan melakukan invasi militer padahal hal ini tidak boleh dilakukan.
Dalam sumber lain disebutkan, bahwa tidak dapat ditaklukkannya Kerajaan Sunda dikarenakan kerajaan ini merupakan kerajaan tertua yang ada di Nusantara, bukan Kerajaan Kutai yang selama ini dibahas dalam buku-buku sejarah di sekolah.
Untuk dapat mengetahui bahwa kerajaan Sunda merupakan kerajaan tertua di Nusantara, harus dilihat sejarah dari jaman Sunda Purba (sumbernya saya lupa), silahkan googling memakai keyword kerajaan sunda purba.
Kita tarik lagi pada peradaban Lemuria dan Atlantis. Jika benar bahwa Kerajaan Sunda merupakan Kerajaan tertua di Indonesia, bisa jadi bahwa Suku Sunda di Jawa Barat merupakan suku pewaris yang sah dari peradaban Lemuria dan Atlantis yang kala itu berada di Paparan Sunda. (pendapat pribadi)
Peneliti lain bernama Prof. Oppenheimer, Profesor Oxford University menyatakan bahwa Pusat Peradaban Dunia 15.000 – 7.400 tahun yang lalu berada di ASIA TENGGARA. Prof. Oppenheinmer menyebut hipotesanya dengan Hipotesa SUNDALAND (Hipotesa Paparan Sunda).
Peneliti lokal sendiri menyebutkan, bahwa Pusat Peradaban dunia yang sangat maju tempo dulu berada di pulau Jawa. Dialah seorang Penafsir Al-Qur’an yang sangat terkenal bernama Fahmi Basya. Mengenai prediksi tersebut dapat disimak didalam sebuah video di youtube dengan judul Borobudur dan Sulaeman.
Wallahu a’lam bishowab
Oleh :ExsperienceLife-Andy